| JANGAN KECEWAKAN KAMI ! |
|
|
|
|
Spiritfutsal-Istora GBK, Jakarta 5 February 2010
Kata-kata itu tampak di raut wajah para pencinta futsal yang menyaksikan Fast Games (Futsal All Star) di Istora Gelora Bung Karno malam ini. Menyaksikan penampilan tim nasional futsal merah dan putih yang masih mengkhawatirkan dari segi strategi permainan. Kedua tim masih kewalahan menghadapi dua tim dadakan yaitu Mahasiswa Jakarta All Star dan Indonesian Futsal League All Star yang hanya dipersiapkan dalam waktu singkat. Di pertandingan pertama antara Tim Nasional Merah yang bermaterikan pemain senior seperti penjaga gawang Ade Lesmana, Sayan Karmadi, Deny Handoyo, Vennard Hutabarat, dan Chairul Ohorela terlihat kewalahan menghadapi tim Mahasiswa Jakarta All Star. Penampilan penjaga gawang Ade Lesmana juga sangat buruk,beberapa kali Ade "out position" dan mudah dijebol oleh lawan. Tim nasional merah terlihat tampil tanpa pola dan mengandalkan skill individu pemainnya. Sedangkan tim asuhan coach Jimmy Matulessy tampil disiplin dan memiliki strategi bertahan maupun sebelum melakukan penyerangan. Terbukti meski sempat beberapa kali memimpin, gawang tim nasional merah mudah sekali dibobol oleh Iqbal dan kawan-kawan. Para pemain senior terlihat beberapa kali tidak mampu membongkar pertahanan lawan yang cukup disiplin. "Beruntung kiper tim mahasiswa jakarta all star (Sandy) bermain buruk. Kesalahan itulah yang dimanfaatkan para pemain timnas." ujar Andre Picessa pelatih Gading Kusuma yang ikut menyaksikan. "Jika diperhatikan tim nasional kita buruk strategi permainannya dibanding tim lawan." tambahnya. Beruntung tim nasional merah memiliki pengalaman dan jam bertanding lebih banyak dari lawannya. Hasil akhir 6-4 bagi tim nasional merah. Pertandingan kedua antara Tim Nasional Putih melwan IFL Selection juga tampil kurang greget. Meski dari segi strategi bertahan sangat bagus tapi strategi atau pola serangannya tidak ada. Sehingga sampai delapan belas menit berjalan, tim nasional putih tidak mampu mencetak gol ke gawang Agus Salam penjaga gawang IFL Selection. Gol tercipta setelah tim nasional putih mendapatkan hadiah penalti di dua menit terakhir yang diselesaikan dengan baik oleh Al Haidar. Di babak kedua-pun Tim nasional putih juga belum mendapatkan irama permainannya, beruntung tim nasional kita memiliki Kharismawan dan Angga yang merupakan "pemain oppurtunis." sehingga menjauhkan kedudukan menjadi 3-0. Tim IFL Selection baru memperkecil kedudukan di empat menit terakhir lewat tendangan keras Taufik A. Taufiqurrahaman dan tendangan second penatlti du dua menit terakhir. "Di pertandingan seperti ini pemain kita tidak bisa lepas dari tekanan lawan, apalagi lawan-lawan kita nantinya jauh lebih kuat dan punya motivasi tinggi." ujar Rommy salah seorang penonton yang jauh-jauh dari Bandung datang menyaksikan tim nasional berlaga. "Kami khawatir pemain kita masih terlihat kebingungan jika di press lawan." ujar Bisuk juga berasal dari Bandung. Coach Jimmy Matulessy juga berharap agar tim nasional segera memiliki strategi permainan baik dalam menyusun penyerangan maupun bertahan. "Semangat tempur tidak ada, kurang greget dan coach Robby harus jeli memilih pemain di babak penyisihan nanti." ujar Bongsu Hasibuan yang menjadi duet pelatih bersama Achmad Syaibani di Indonesian Futsal League.
Timnas Merah - Mahasiswa Jakarta Selection (6-4) Timnas Putih - IFL Selection (3-2)
|
Teruskan ke teman
Share on facebook






